Showing posts with label Life~. Show all posts
Showing posts with label Life~. Show all posts

Friday, July 31, 2015

Ceritera 2014 di pertengahan 2015. Sigh.

Salam 'alayk.

Ok, ni post memang basi teramat. Post jugak lah lepas tiup2 habuk sket, tambah2 perasa sikit.
P/s:  kemungkinan besar, tak menambah iman pun. 
P/s/s: obviously personal. Here it goes.

Saya ternampak aplikasi kat Facebook, di mana kita boleh berkongsi apa yang berlaku sepanjang tahun 2014 ni.
I'd like to do it another way..... :)



Januari menjelma, perjuangan pun bermula,
Kembali ke bumi kelahiran diri;
Bersama rakan-rakan baru dan juga lama,
Menghadapi cabaran yang sedia menanti.

                                                

Bulan Februari, bulan meraikan CINTA?
Ada yang suka, ada yang duka;
Di bulan ini, kak Manja disatukan dengan pilihan hatinya,
Di bulan ini juga, kak Mum meninggalkan zauj dan anaknya, pulang menuju cinta hakikinya.

Mac menyaksikan dua bencana,
MH370 di Malaysia, dan 529 syahid di bumi Anbiya;

Pembuka mata, mencetus cakna,
Sungguh tiada yang Allah jadikan itu sia-sia.

Di bulan empat jadual sungguh padat,
Rombongan cik kiah, esaimen dan juga sukan;
Bulan lima juga tak kurang hebat,
Diakhiri dengan peperiksaan, alhamdulillah, "Jumpa lagi sem depan!"

                                    
Bulan enam, ke laut ke pantai,
Ramadhan tiba di penghujung bulan;
               
Meningkatnya usia di bulan Julai,
Tibanya Syawal sama-sama meraikan.

Puasa enam di bulan lapan,
Kemudian memaknai erti sebenar kemerdekaan;
Kesibukan duniawi teramat menekan,
Chillax sebentar di Kuala Tahan.



Semangat Oktober luar biasa,
Perpisahan terasa, malah kehilangan handphone buat kali kedua;
November? Periksaaa!!
Dan cuti pun bermula, disusuli marathon walimahnya.


Dan Disember terus menyaksikan,
Tautan hati dan jiwa sesama insan;
Banjir melanda menguji kesabaran,
Semoga berjumpa di tahun hadapan!

Wednesday, March 26, 2014

Driving Class.

Post basi. Haha.

"Akak nak awak pandai drive by 28 Feb 2014".
That was like 2 weeks from that day. Fuhh.
Maka bermulalah driving class saya. Setelah menjadi seorang pemegang lesen 'COMPETENT'.
Hehs.


"Akak, saya tak biasalah tengok cermin belakang, kiri, kanan ni. Takpe ke kalau saya tak tengok?"

"Kena lah biasakan. Kalau awak jalan je, mana nak tahu awak ni dalam line ke tak, mana awak nak tahu ada kereta ke tak kiri kanan. Camtu lah awak dengan sisters awak. Buat dnt, kena tengok2, tanya2 jugak akhawat sekeliling. Kalau tersalah, diorang boleh betulkan. Kalau tersenget, diorang boleh luruskan".

"Adeh. Tengok orang drive macam senang je. Susah rupanya bila sendiri drive."

"Macam tu jugak DnT. Baca teori memang senang. Tapi orang yang betul2 buat je akan rasa dan faham senang dan susahnya. Orang yang betul2 baca, faham dan apply je yang tahu penatnya, lelahnya dan manisnya DnT ni".

"Alaa kak, susahnya jalan ni. Tak macam jalan haritu".

"Sampai bila awak nak duduk safe zone? Realiti hidup memang susah".

Tudiaa. Bila guru memandu anda adalah kakak naqibah anda sendiri. Haha.
InsyaAllah. Learning and improving. Usaha!

P/s: Ha, sekarang usaha habiskan assignments dulu. -.-


Sunday, April 28, 2013

Tarbiyah.

"Kau ada usrah lagi ke? Bukan kau dah cukup tarbiyah dah ke?"
Heheh. Tergelak saya. Comel je.

TARBIYAH.
Lain orang, lain tafsiran.
Sekarang saya nak kongsi apa yang saya belajar dan faham tentang tarbiyah.

"The word "Tarbiyah" is an Arabic word that linguistically means increase, growth, and loftiness. Conventionally, Tarbiyah means the development and training of people in various aspects." (WWW|Muslim American Society)

Maka, saya dengan sesuka hati mendefinisikan tarbiyah sebagai sesuatu yang berlaku dalam kehidupan seseorang, yang menjadikannya 'bertambah' dan 'membesar', baik dari segi ilmu, pengalaman, dan pengetahuan.

Kita boleh jumpa banyak perkataan tarbiyah ni dalam kehidupan seharian sebenarnya; Tarbiyah Dzatiyah, Tarbiyah Jama'iyah, Tarbiyah Ruhiyah, Tarbiatul Aulad, dan lain-lain dan sebagainya.
(Boleh tanya Ustaz Google untuk maksud dan penerangan, heheh)

Tapi bagi saya, segala ilmu yang saya dapat, itulah tarbiyah. Segala perkara yang berlaku dalam kehidupan saya, sama ada yang baik atau yang kurang baik, itulah tarbiyah. Segala jenis manusia yang Allah takdirkan saya untuk berjumpa dengan, Eh, itulah tarbiyah. Nikmat pun tarbiyah, musibah pun tarbiyah. Pendek kata, makan tarbiyah, minum tarbiyah, semuanya lah tarbiyah.

Kalau saya belajar benda baik, ia adalah tarbiyah supaya saya jadi lebih baik. Kalau saya diberi nikmat, itu adalah tarbiyah supaya saya bersyukur dan menggunakan nikmat yang diberi ke arah yang sepatutnya. Kalau saya ditimpa musibah, itu adalah tarbiyah supaya saya bersabar dan bergantung harap padaNya. Kalau saya jumpa orang baik, itu adalah tarbiyah supaya saya mencontohinya. Kalau saya berjumpa orang yang belum baik, itu adalah tarbiyah supaya saya rasa bertanggungjawab untuk mengajaknya bersama-sama saya menjadi lebih baik.



Haa, tu je lah secara ringkas apa yang saya faham tentang tarbiyah. Dan, bila dikatakan tarbiyah itu untuk membantu saya dan kita untuk 'meningkat' dan 'membesar' dari segala segi, apa aim kita sebenarnya?


Ok. Smuga bermanfaat.

=)

Monday, April 15, 2013

Oooo balik kampungggg..


Nak balek kampungg...



















Y_Y
Ni penangan ISK la neh, haihh.
Adios Espana. Xde rezeki nak lawat awak.
Kalau ada rezeki turun dari langit (haisshh), sy lawat awak ye.
Hewhew.

Patah hati, haha.
-Blaja lah-

Saturday, March 16, 2013

My Lappy Taught Me This. (Repost)


I was doing my work, while my lappy suddenly got stuck.
It sounds like a broken television.
My way of fixing it , unplug, re-plug.
Done..

How I wish this life is like that.
Whenever life feels soo problematic, chaotic, depressed, down..
Just UNPLUG, then, Re-PLUG.
And everything will resume as usual.

Dream on.

Glorious is the One in whose hand is the Kingdom (of the whole universe), and He is powerful over every thing, (1)The One who created death and life, so that He may test you as to which of you is better in his deeds. And He is the All-Mighty, the Most-Forgiving. (Al-Mulk: 1-2)

Imam Shafiee said, "Time is like a sword, if you don't cut it, it will cut you."


Remember, to always SLEEP shows heedlessness, to HIBERNATE is a waste of time, to RESTART is impossible to be done, and to SHUT DOWN, only Allah knows how and when.

LA Tahzan, Allah is always there.


May Allah Bless.
Me To You. n_n

=)

Friday, March 15, 2013

Antibiotic Resistance.

Assalamualaikum WBT.

Today in class.
Antibiotic resistance - ' a risk as big as terrorism'

Haha, sounds disturbing? No, you don't have to feel that way.
I always have that problem. Well, being the minority muslims in class.
I always felt as if everyone is talking about me, especially when I walk passed them and they suddenly laughed.
Sometimes I will be the only one sitting on that one row in the class.
They even 'forgot' to pass me the signing in sheet, in a bus! -.-
But hey, you are what you showed them.
They won't talk bad things about you if you didn't do bad things.
They won't stay away from you if you are friendly with them.
They won't missed me in the bus, if I asked for the sheet. Haha.

So, if you are NOT a terrorist, then you ARE NOT a terrorist.
Why do you have to feel as if they are talking about you when terrorism is mentioned?
P.E.A.C.E   n_n

Alright, back to the Antibiotic Resistance.


The simplified story is,
When we get sick, we take antibiotics. The antibiotics will kill the bacteria that causes the disease.
But some bacteria are so intelligent masyaAllah, that they can transform themselves, via gene transfer.
Thus, when the transformed bacteria infect a person, the same antibiotic can no longer kill them.
That is Antibiotic Resistance.
That is why you have to finish any antibiotics given by doctors, to prevent antibiotic resistance from occurring.

Okay, enough of Biology.

Now, put ourselves as the bacteria, and the antibiotics as the problems in our life.

When we encounter any difficulties, problems, changes.
We tend to get carried away by the sadness, the depressed feeling, emotions etc.
Sometimes we forgot that we have a far better option.
Face the problems, transform and solve it.
New problems come? Transform again, and solve the problems.
In that way, we may become Problem Resistance maybe?
Heheh.

And sometimes, we forgot that we have an undeniable Super Power to rely on.
We have Allah The Almighty.

When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them); I listen to the prayer of every suppliant when he calleth on Me; let them also with a will listen to My call and believe in Me; that they may walk in the right way. (Al-Baqarah: 186)

Or do ye think that ye shall enter the Garden (of Bliss) without such (trials) as came to those who passed away before you? They encountered suffering and adversity and were so shaken in spirit that even the Messenger and those of faith who were with him cried: "When (will come) the help of Allah?" Ah! verily the help of Allah is (always) near! (Al-Baqarah: 214)

 Sometimes, trials and problems are ways for us to become much closer to Allah.
Because, the reality is, we human will easily remember Allah in difficult times.
Only few of us can actually remember Allah at ALL times. Y_Y




That's it for now.
From Me To You.
May Allah bless.

=)

Saturday, January 19, 2013

Kembara Cinta Rasulullah SAW V2. -Doa (1)

Assalamualaikum WBT semua.
Kembali dalam rancangan, err, Kembara Seorang Hamba.
Heheh.

Hari ni, saya nak fokus kepada doa2 yang ada dalam buku ni.
Oh, sebelum tu, tentang berdoa :


Abu Huraira said Allah's Messenger said; "Allah is angry with him who does not ask (anything) from Him."
Tirmidhi

Malik b. Yasar said that Allah's Messenger said: "When you ask of Allah, ask Him with the .palms of your hands (upward) and do not ask Him with their backs (upward).'; And in the report of Ibn 'Abbas it says: "Ask of Allah with the palms of your hands (upward) and do not ask Him with the backs (of your hands upward), and when you have finished, wipe your faces with them." ,
Abu Dawud

From Abu Musa al-Ash'ari from the Prophet, who said that the Prophet used to supplicate:"O Allah,
forgive me my sins and my ignorance, my excesses in my matter and what you know better about 'than
I myself. 0 Allah , forgive me the wrongs ( I did) lightly and seriously, and my accidental and intentional
transgressions, and all that is with me."
Bukhari


Doa Sebelum Tidur dan Doa Bangun Tidur.



Hudhaifa said that the Prophet, when he lay down at night, used to place his hand under his cheek and
then say: "0 Allah, in your name I die and live:" and when he woke up,he said: "All praise be to
Allah who gave us life, after he had given us death, and to Him is the return.":
Bukhari.

'Abdullah b. 'Abbas said: He slept at the Prophet's house and the Prophet got up, brushed his teeth, made ablution and said: "In the creation ofthe heavens and the earth and in the alternation of night and day are signs for people of understanding,"and he read those verses till the end of the surah. Then he stood up and prayed two Raka'a, prolonging his standing, bowing and prostrating. Then he stopped, and slept deeply. This he did three times, six (aka altogether, brushing his teeth, making ablution and reading those verses every time. Then he performed witr with three raka'a. Then the mu'adhiin called adhan and he went out for prayer, saying "0 Allah, put Light in my heart and light in my tongue, put Light in my hearing, put Light in my seeing, put light behind me and Light in front of me, and put Light below me and Lightabove me. 0 Allah, give me Light."
Muslim
(Maaf, dalam usaha mencari Arabic phrase utk yg ni)




Anas said that Allah's, Messenger, when heentered the toilet, used to say: "0 Allah, I seek refuge in You from all kinds of evils.":
Bukhari, Muslim

 'A'isha said that the Prophet, when he came out of the toilet, used to say: "Grant Your forqiveness.:"
Tirmidhi, Ibn Maja




From Mu'adhb Anas: Allah's Messenger said: "He who puts on clothes and says: Praise be to Allah, who clothed me with this, and who provided me with it, without any power or might of mine, his past and present sins are forgiven to him".
Abu Dawud

Sebelum dan Selepas Makan.

'A'isha said that Allah's Messenger said: "When anyone of you eats, he should invoke the name of

Allah the Exalted. If he forgets to invoke the name of Allah the Exalted at the beginning, he should say
(when he does remember): ln the name of Aliah, in its beginning and its end'.'"
Abu Dawud, Tirmidhi


Abu Said al-Khudri said that Allah's Messenger, when he finished his meal, used to say:"Praise be to Allah, who gave us to eat and to drink and made us Muslims.
Abu Dawud, Tirmidhi

Doa Keluar Rumah.




Anas said that Allah's Messenger said: "When a man leaves his house, saying: 'In the name of Allah, I trust in Allah, there ·is no might and power but in Allah, 1 it is said to him at that time:'You are guided, you are taken care of, you are protected.' Then Shaitan turns away from him, and another Shaitan says: 'How can a man be for you, who is already guided, cared for and protected?
AbuDawud


To be Continued.........

Sunday, October 7, 2012

Sekolah.

Watak hanyalah rekaan.



Heheh. Mesti lah rekaan. 
Saya seronok kot summer dah habis.
Saya dah tak forever alone (eh?).
Rutin harian akan menjadi sedikit sibuk, tapi sy x kisah.
Yg paling x boleh blah, blom start skolah, dah x sabar nk cuti winter!
=p

Apa2 jalan, it's school time!


Masih x boleh hilangkan perkataan sekolah/school. Haihh.
Saya usha post back to school saya tahun lepas.
Whoaa, menariknya pengisian yg sy dapat apabila sekolah bermula.
Tentang salah satu nama dan sifat Allah yg Maha Agung, Al-Wadud itu. =')

Tapi tahun ni, pengalaman yg sedikit berbeza.
Mengambil keputusan untuk tak pulang bercuti masa summer adalah sesuatu yg agak, err..
Kadang2 terasa menyesal. Apasal la aku x balik.
Kadang2 rasa, best jugak x balek ni.

To recap satu persatu, mmg x ckup 1 post ni kot. Heheh.
Pengalaman2 itu, perasaan2 itu, pengajaran2 itu.
Takkan dapat kat sekolah. Takkan diajar mana2 cikgu.
Bak kata mama, "Pengalaman mengajar erti kehidupan"
;)

Mengajar diri sendiri, untuk lebih mengahargai orang di sekeliling.
Mengingati yang jauh, menghargai yang dekat.
Ada banyak sikit masa untuk melihat dan memerhatikan keadaan sekeliling.

Bila duduk sorang2, baru dapat betul2 menilai iman dan amal sendiri.
Pada masa2 yg org x nampak tu.
Pada masa2 xde org nak tegur tu.
Pada masa2 yang mana setiap keputusan adalah atas penilaian sendiri tu.


"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu [jalan] kefasikan dan ketakwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9)dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)
(As-Syams : 8-10)

Tahun ni jugak agak mencabar buat saya.
Allah knows best.
Hanya meminta anda supaya mengingati saya dalam doa2 anda.
Supaya dipermudahkan urusan saya, menuju redhaNya.
=')

For sometimes, to have less is a gift.
Having less wealth stops u from wasting your money.
Having less time stops u from 'lagha'
Having less health stops u from doing something useless.

Heh, live simply?
No lah, simply as in, don't think too much about unnecessary things.
Try to just do what He asked us to do, and leave anything that is forbidden.
Yes, it's hard, but worth trying kan?
May Allah guides us all the way.

Ok, sy blank sebenarnya.
Banyak nak cakap, tapi x pandai nk cakap.
Jetlag kot. (=p)

=)

Tuesday, October 2, 2012

Teori.



Teorinya, aku diajar hakikat kehidupan manusia.
Teorinya, aku mendengar dan membaca kisah2 mereka.

Yang terjaga dan menjaga sejak kecil sehingga kini.
Yang mempunyai contoh ikutan yg baik, tetapi tidak diteladani.
Yang naif dan tidak mengerti, namun akhirnya berjumpa cahaya yg dicari.
Yang masih mencari-cari hakikat penciptaan diri.
Yang hanyut dalam dunia ciptaan sendiri.

Sebelumnya, aku berjumpa dan melihat sendiri.
Kehidupan mereka yg selama ini aku sangkakan hanyalah teori.
Peluang menjejakkan kaki ke negara orang, banyak mendedahkan aku kepada semua ini.
Tapi, mereka dengan kehidupan mereka, aku dengan kehidupan sendiri.

Namun kini, aku merasakan.
Allah sedang menyediakan aku, untuk menghadapi sebuah realiti.
Bukan lagi bermain-main dengan teori.
Apabila kehidupan mereka, adalah sebahagian kehidupanku kini.

Boleh ke aku terus tersenyum, walaupun dalam hati aku sgt2 x setuju?
Boleh ke aku jadi org yg berhikmah, menangani setiap masalah?


Kerana yg memegang hati-hati itu adalah Allah.



Tuesday, September 25, 2012

Men are from Makkah, Women are from Medina.






Suami (rijal) adalah qawama (pelindung) kepada isterinya (nisa) - An-Nisa : 34

A lil doodle I did just now throughout a talk by Dr Harlina Halizah Siraj, "Men are from Makkah, Women are from Medina". Awesome! ♥

A bit explanation:

Mekka is a hard, dry land – Much like this, men are generally dry and don’t know how to cry. If they do, they don’t want to show it and instead keep all the pain within them under the guise of masculinity.

Medina is soft, with water flowing beneath it and the rain is consistent throughout its seasons – Which reflects women who can easily cry and they’re not scared to show their emotions. In fact, under the guise of femininity they display their emotions regularly.

Mekka has a harsh climate; it’s rough and known to be a mountainous area – Men’s beauty lies in their masculinity, power strength and ruggedness. This is what makes them attractive and allows them to lead effectively.

Medina is lush, full of splendour and serenity – Women are known to be peaceful, full of serenity and their femininity makes them beautiful.

Mekka’s main emotion is `izzah, they are full of honour and will do anything to protect it. They like to be respected and acknowledged, this is what motivates them to excel as individuals.

Medina is full of sukoon, the people are known for their softness. Women are generally more loving and caring; they’re soft by nature and will generally give more than they receive.

Differences in Qur’anic verses

Mekkan (Makiyyah) verses are short, straight to the point and general.

Medinan (Madaniyyah) verses are long, detailed and at times they keep going on, and on.

Kredit : http://www.facebook.com/AisyahShakirah



100% copied and pasted..

=)

Sunday, September 23, 2012

Happy birthday.

Assalamualaikum wbt..

Syeikh Sajid Umar explained about the dream of Yusuf AS, about the sun, the moon and the stars.

In a family, the sun is like the dad, the moon is like the mother, and the stars is like the children.
The sun shines so brightly and gloriously on the day. The moon shines not as bright as the sun, but is still so adorable and pretty. The stars will go twinkling and 'playing around' only when the moon is there. The moon actually get it's light from the sun.
The dad is the one to go out and work to sustain the family as he is the 'source of energy' to the family. He is the one to protect the whole family. The mom is so pretty and adorable to her family. She is the one to take a good care of her 'twinkling stars', her children.

Saudara Aiman Azlan bercerita tentang Perkahwinan dalam Sebuah Kereta.  Err, baca sendiri boleh, malas nak huraikan. Hehe.
Teringat perjalanan pulang ke kampung bersama keluarga.

Berkongsi cerita tentang Surah Lukman, ayat 1-20.  Nasihat seorang ayah kepada anaknya. Sampai kepada ayat 14, ".........bersyukurlah kepada-Kundan kedua orang tuamu........."
Betapa kita seharusnya memuliakan kedua orang tua kita selepas Allah.

Ok, nampak kemalasan di situ kan? Bits here and bits there.

Apa point nak cerita sebenarnya?

Pertama, sy rindu keluarga saya. Tak, bkn homesick. Rindu.

Secondly, been here and there, met him, her and them, watched this and that happening, heard these and those stories, made me felt so blessed, alhamdulillah. And one of the thing that I am feeling really greatful of is my family. They who raised me up and loved me and accepted me the way I am. And I really hope that I can be a good daughter and sister to them, insyaAllah.

Ketiga, it's my dad birthday today, which explains the title of the post! hehe.

Sekian.

P/s : Summer holiday coming to it's end. Mixed feelings. :l



Saturday, September 15, 2012

Hello Final Year.

Alhamdulillah.
Officially a final year student now.

Diuji.
Reaksi waktu terjatuh.
Reaksi apabila dibangkitkan semula.
Bersyukur? Redha? Menyalahkan?

Dalam kembara yang panjang ini.
Mencari keberkatan.
Mencari makna keikhlasan.
Memahami erti pengorbanan.

 Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? (Ar-Rahmaan)

*Random di tengah malam.
=p


Thursday, September 6, 2012

The Journey.

I see a girl.
She is in a journey.

In front of her is this one long, narrow, zig-zag road.

Along the way, she met a lot of people.
Some people helped her with the journey, some made her fall down.
Some gave her 100Plus, some gave her Pepsi.
Some show her the right way, some made her lost.
Some accidently made her lost, and they searched the right way together.

Sometimes, she found beautiful flowers, and stopped for a while.
Sometimes, she got stung by a bee, and ran away.
Sometimes, there was no bees around the flowers.
She tried to remember which flowers got bees, and which are not.
But, a forgetful little girl she is, she sometimes forgotten, and got stung by bees.

When it rains, she always found cave for shelter.
When she's hungry, she always found apple trees, for the apple lah kan.
When she's thirsty, there will always be a river in front of her.
These made the girl ponder, "How Merciful the Creator is towards His creations!"

And there she goes, still on her journey.
It was a long journey, but she have no idea if it is still long, or if it will end soon.
She is just trying her best, to appreciate every moments she have.
To say thanks for the 100Plus, and say no to the pepsi.
To remember which flowers got bees around them.

May Allah bless the journey.
Of the girl, of u, and of me.

p/s :  haha. sindrom meng'scroll' timeline FB. betapa hidup ini suatu journey.
Tetiba datang ilham sebegini, walaupun, mungkin bunyinya tidak berseni.
Buang yang keruh, Ambil yg jernih.

=)




Friday, August 31, 2012

Merdeka.

Uit. Post ke-3 hari ni?
Over la ini orang.

Haha. Nak jugak.
Tapi kali ni malas nak membebel banyak2.
Jom layan video2 neh.







What say u?

Tgk hapdet mukabuku pulak.

"Kamu BELUM LAGI MERDEKA sekiranya kamu masih DIJAJAH OLEH NAFSU KAMU sehingga IBADATMU TIDAK DAPAT MENCEGAH MUNGKARMU,LIDAHMU BERAT MENYEBUT NAMA ALLAH DAN IDOLAMU BUKANNYA BAGINDA S.A.W. DAN ULAMA AKHIRAT, ketahuilah kemerdekaan yg sebenarnya adalah merdeka Tauhidnya daripada syirik kepada Allah."

Kemerdekaan didunia ini bagiku adalah apa yang berada di akalmu , senang sekali terima oleh hatimu, lalu meluncur laju setiap anggota untuk beramal dengannya..tidak mungkin merdeka seseorang itu , jika apa yg difikirkan dan dibuatnya tidak sama dengan gerak hatinya, begitu juga sekiranya hati dan dan anggotanya mampu bersetuju tetapi jauh dari logik akal dan praktikaliti.Begitu juga kiranya anggota dan kudratnya dipaksakan apa yg tidak disukai oleh akal dan hatinya.. Jesteru Ilmu dan kefahaman melahirkan ikhlas, iman dan taqwa... lalu terbitlah rasa ingin beramal dengan bersungguh sungguh untuk apa2 saja yang diyakini dan difikirkannya.. Selamat Hari Merdeka buat Semua Rakyat Malaysia.. Merdekakanlah hati, akal dan fizikal kita dari kesempitan dunia kepada keluasan akhirat dan daripada kongkongan manusia kepada pergantungan yg tinggi kepada Pencipta... Kerana Kemerdekaan yg hakiki sebenarnya adalah milik Allah, seperti mana Ramadhan mengajar kita ,ia hanya dicapai dengan kembali kepada Fitrah, berusaha meraih rahmat, menagih keampunan dan mengharap kemerdekaan dari api neraka.sesungguhnya kita tidak lebih dari sekadar alat dan asbab..Salam Aidil Fitri waal Istiqlal..

Anda mahu merdeka? Bebaskan diri anda daripada perhambaan sesama manusia dan makhluk, kepada perhambaan kepada Allah semata!

Heheh.
X aci sungguh post kali ni.
Sume cekup dan cedok.

Tapi tu lah, apa yg dicekup dan dicedok tu insyaAllah bertepatan dgn apa yg ada dalam fikiran saya.
Erti dan definisi kemerdekaan yang sebenarnya.

Memikirkan merdeknya kita Malaysia, saya jadi risau.
Risaunya dengan keluarga saya kat rumah.
Risaunya bila balik Malaysia nanti.
Risaunya dengan masa depan Malaysia.

Allah, peliharalah kami. Berkatilah Malaysia dan seluruh rakyatnya. Jadikanlah kami hamba yang taat pada perintahMu semata-mata.

Amiin..

Ok, dah.
Aman.

=)





Post-Raya.

Assalamualaikum wbt!

Haah, saya lagi.
Post kedua hari ni.
Dah lama x menulis rasanya. ("Ada aku kesah?", anda berkata. -.-)

Anyhow anyway. Straight to the point, don't belok2.
What's after Raya?
Setelah duk pulun ketupat, rendang, lemang, sate, lontong, dodol etc.
Setelah beriang ria raya bersama saudara mara, sahabat handai.
Setelah berpuluh-puluh kilometer mengembara mencari rumah2 yg terbuka pintunya buat anda.

*Kan dah pesan, jgn belok2. Haihh.

1st and foremost, ce check balek, mcm mana graf ibadah kita setelah kita kembali kpd fitrah kita?
Apa effect tarbiyah Ramadhan buat kita?

Masih terjaga kah bacaan Al-Quran kita?
Masihkah kita berqiamullail?
Masih ringankah tangan kita menghulurkan bantuan buat mereka yg memerlukan?
"Chill la, raya kan setahun sekali. Lek2 dulu".
Erk.


"kita semua adalah penggali kubur, setiap hari kita sedang menentukan keluasan kubur masing-masing" 


2ndly, mcm mana ingatan kita kepada saudara2 seakidah kita di luar sana?
Mereka di Palestin, Syria, Rohingnya dll.
Masihkah mereka dikenang dalam doa2 kita?
"Alaa, abes tu, tak boleh nak raya ke? Kena sedih2 ke?"
Deyy, bkn la begitu. Err, tp kalau mampu, silakan la.
Cumanya, pendapat dua posen saya, dalam kita beriang ria beraya bersama cornflake tu, selit2 kan lah jugak ingatan buat mereka di sana.
Kenang2 jugak lah mereka dalam doa2 kita.
Klik2 jugak lah link2 yang menceritakan tentang mereka, dan sebar2kanlah kat sedara mara dan sahabat handai kita tu.
Ringan2 kan lah tangan bagi duit raya kat mereka.
Ke camne?

Ketiganya, saya pasti ini antara yg paling osem sekali.
Takyah cerita panjang lah. Hehe.

Ya Allah, terima lah amalan kami.

Keempatnya.
Saya teringat membaca post kak Beah Osem yang ni.
Secara dasarnya (read : basically), saya suka part mujahadah tu.
Kerana bagi saya, hendak mengecap cinta Allah itu hanyalah melalui satu jalan sahaja, yakni bermujahadah, tundukkan nafsu dan perangi keinginan sendiri. Orang-orang yang bermujahadah kerana Allah, itulah definisi hero bagi saya.
Hurm, kalau reflect balik, insyaAllah, masa Ramadhan yg lepas, bacaan Al-Quran lebih terkesan, bangun malam terasa lebih mudah, dll etc.
Ye lah kan, syaitan terbelenggu, surrounding pun sangat pro-kebaikan (baca : sume org pn berlumba-lumba nak buat kebaikan), Alhamdulillah, pada saya, sume tu sgt2 membantu.
Tapi, setelah tamatnya Madrasah Ramadhan itu, setelah kembalinya kita kepada fitrah, segalanya terasa sedikit berat. (Ok, kalau anda x rasa mcm tu, xpe lah. Ni apa yg saya rasa.)
Nak habiskan 1 juzuk sehari, terasa mcm, perghh, mujahadah!
Nak bangun qiam, ye la, bkn nk kena sahur pn, adehh, mujahadah!
Nak start puasa 6? Dalam masa siang yg masih lagi panjang ni? Adoi ai, mujahadah!
Tapi, kerana itu adalah cara utk kita mengecap cinta Allah, mencapai redhaNya, biidznillah, insyaAllah, kita gagahi jua.

Teringat perkongsian dgn seorang sahabat.
Bukan amalan kita yg menjadi kayu ukur untuk kita masuk Syurga.
Tapi kasih sayang dan redhaNya.
Kerana teringatkan kisah seorang abid yg diminta untuk dimasukkan ke dalam syurga atas amalannya yg sangat banyak. Tapi setelah ditimbang segala amalannya itu, ianya lebih ringan dari nikmat sebelah matanya.
Kerana teringatkan hadis Nabi SAW.


Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah ibn Mas'uud r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda, dan Baginda adalah seorang yang benar lagi dibenarkan (iaitu dipercayai): Sesungguhnya setiap orang di kalangan kamu dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berupa air mani, kemudian menjadi segumpal darah selama tempoh yang sama, kemudian menjadi seketul daging selama tempoh yang sama, kemudian dikirimkan kepadanya seorang malaikat lalu dia menghembuskan padanya ruh dan dia diperintahkan dengan 4 kalimat; iaitu supaya menulis rezekinya, ajalnya, amalannya dan adakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah Yang tiada Tuhan melainkanNya, sesungguhnya salah seorang dari kalangan kamu akan beramal dengan amalan ahli syurga, sehingga jarak antaranya dan syurga tidak lebih dari sehasta, lalu dia didahului oleh ketentuan tulisan kitab lantas dia mengerjakan amalan ahli neraka lalu dia memasuki neraka. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalangan kamu akan beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antaranya dengan neraka tidak lebih dari sehasta, lalu dia didahului oleh ketentuan tulisan kitab lantas dia mengerjakan amalan ahli syurga lalu dia memasuki syurga.
[Hadis riwayat al-lmam al-Bukhari dan al-lmam Muslim (Al-Imam al-Bukhari meriwayatkannya dalam (بدء الخلق (باب ذآر الملئكة) )nombor 3036, dan dalam ( القدر ) dan dalam ( الأنبياء ) . Al-Imam Muslim meriwayatkannya di awal kitab ( القدر ) bab ( باب آيفية خلق الآدمي ) nombor 2643.).]



Allahu Allah.
Sungguh, terkadang aku lupa.
Bahawa tiada satu pun amalanku yang akan terlepas dari penghisabanMu.
Bahawa setiap detik membawa aku lebih dekat dengan kematianku.
Bahawa iman, amal dan takwa yang akan menjadi bekal ku untuk menghadapMu nanti.



..................

Last but not least.
Kalau masa usrah, selalu disebutkan,
"Usrah itu bermula selepas usrah".
Mcm tu la lebih kurang.
Makanya, kalau Ramadhan?
"Ramadhan itu bermula selepas Ramadhan"?
Haha, mcm pelik bunyinya. Tapi apa yg sy cuba nak cakap adalah, ce tgk video ni.


Saya terasa rugi, sbb tgk video ni lepas Ramadhan berlalu. Hehs.
Tapi, takpe lah. Alhamdulillah,at least it gives me hope to strive harder after this for the next coming Ramadhan.
(InsyaAllah, sekiranya diizinkan Allah untuk berjumpa next Ramadhan)

Wallahualam.
Remember me in your du'as!

=)

p/s : Merdeka!?






Raya oh Raya.

Assalamualaikum WBT..

Belum terlambat rasanya untuk saya ucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri, Maaf Zahir Batin kepada anda.
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Kullu Am Wa Antum Bikheir!



Kalau last year, post raya saya berkisar tentang perjalanan balik kampung dan pesanan dari atuk saudara saya di petang raya. 
Tahun ni, takde perjalanan balik kampung, takde ziarah-menziarahi keluarga yg jauh dan dekat..
Tapi, Alhamdulillah, saya menyambut Aidilfitri dengan keluarga besar saya..

We r Proud Lancasterian! =)

Ada beberapa perkara baru buat saya bila menyambut Raya kat sini.
Malam raya, kami ada buat takbir dari rumah ke rumah. Kat kampung saya tak buat benda ni.
Kat sini jugak, mana ada bazaar jual kuih raya, mana ada orang jual lemang tepi jalan, mana ada kawah besar nak kacau dodol..
Makanyaa,,


Tudiaa.. Karipap ada, kuih badam ada, almond london ada, dodol (msk pkai microwave kot!) ada, lontong ada, sate ada, dll. Err, bkn saya la yg masak sume ni, of course! Well, nak katanya, takde la kempunan sangat beraya di perantauan. Being out of your comfort zone made u strive harder for what u want! =)

The 1st 3 days of Raya, open houses non-stop! Sehari 2 rumah, bayangkan. Whoaa. Yg syoknya, semua org akan cuba jugak untuk menghadiri semua open houses. Ye la, kami di sini x ramai mana pun. P mai p mai, tang tu gak. But that's what makes it special, to treasure each and everyone of us here.

And now, planning to visit people further than just Lancaster. May Allah ease.

=)

Ok, enough about raya.
So, what's after raya?

Next post lah ek?
=p